Proposisi Program Sinode Am GPI - Kwartal I 2026

Tindak Lanjut SMSA GPI 2025

Proposisi Program Sinode Am GPI - Kwartal I 2026

Tindak Lanjut SMSA GPI 2025

PENDAHULUAN

Sidang Sinode Am (SSA) dan Sidang Majelis Sinode Am (SMSA) Gereja Protestan di Indonesia 2025 telah menghasilkan beberapa Mandat dan Kesepakatan Strategis, yang secara menyeluruh mereposisikan peran dan model pelayanan Sinode Am Gereja Protestan di Indonesia serta kepada setiap Gereja Bagian Mandiri. Mandat dan Kesepakatan Strategis tersebut tertuang di dalam dokumen Rencana Strategis Sinode Am GPI 2025-2030 dalam bentuk Pilar-Pilar Strategis 2025-2030, yang kemudian melalui SMSA 2025 dipertajam dan diturunkan ke dalam beberapa Objectives(Sasaran) dan Key Results  (Hasil Kunci).

PENDAHULUAN

Sidang Sinode Am (SSA) dan Sidang Majelis Sinode Am (SMSA) Gereja Protestan di Indonesia 2025 telah menghasilkan beberapa Mandat dan Kesepakatan Strategis, yang secara menyeluruh mereposisikan peran dan model pelayanan Sinode Am Gereja Protestan di Indonesia serta kepada setiap Gereja Bagian Mandiri. Mandat dan Kesepakatan Strategis tersebut tertuang di dalam dokumen Rencana Strategis Sinode Am GPI 2025-2030 dalam bentuk Pilar-Pilar Strategis 2025-2030, yang kemudian melalui SMSA 2025 dipertajam dan diturunkan ke dalam beberapa Objectives(Sasaran) dan Key Results  (Hasil Kunci).

PILAR-PILAR STRATEGIS 2025

FOKUS:

  • Memperkuat Fondasi Teologis, Spiritualitas Jemaat dan Menata Ulang Relasi Internal GPI

AREA PROGRAM KUNCI:

  • Dialog Teologis Intensif untuk merumuskan ulang TATA DASAR GPI
  • Pengembangan Materi Warga Gereja yang Kontekstual
  • Standardisasi Liturgi yang bisa diadaptasi
  • Fasilitas Forum-Forum Pertemuan antar Pimpinan GBM untuk membangun kepercayaan dan pemahaman bersama

FOKUS:

  • Mendorong Dampak Nyata Gereja di tengah Masyarakat

AREA PROGRAM KUNCI:

  • Pengembangan Program Diakonia yang berfokus pada Program Pemberdayaan (bukan Karitatif semata)
  • Advokasi Kebijakan Publik untuk Keadilan Bagi Kelompok Rentan
  • Pengembangan Teologi Hijau yang Konkrit
  • Penguatan Peran Gereja sebagai Agen Kerukunan Antar Umat Beragama

FOKUS:

  • Membenahi "Mesin" Organisasi Gereja agar lebih efektif, efisien dan akuntabel

AREA PROGRAM KUNCI:

  • Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Kepemimpinan bagi Pendeta dan Pimpinan Awam
  • Perbaikan Sistem Administrasi dan Pelaporan, Manajemen SDM yang profesional, dan
  • Implementasi Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance yang diadaptasi untuk gereja.

FOKUS:

  • Memastikan kelanjutan pelayanan GPI di masa depan melalui adaptasi teknologi dan pengelolaan sumber daya yang bertanggungjawab

AREA PROGRAM KUNCI:

  • Transformasi Digital Layanan Gerejawi, Pengembangan Platform Digital bersama untuk Pembelajaran dan Kolaborasi
  • Optimalisasi dan Inventarisasi Aset-Aset Warisan Indische Kerk, serta 
  • Pengembangan Unit-Unit Usaha Gereja untuk Kemandirian Finansial

EMPAT SASARAN STRATEGIS

FOKUS:

  • Memperkuat Fondasi Teologis, Spiritualitas Jemaat dan Menata Ulang Relasi Internal GPI

AREA PROGRAM KUNCI:

  • Dialog Teologis Intensif untuk merumuskan ulang TATA DASAR GPI
  • Pengembangan Materi Warga Gereja yang Kontekstual
  • Standardisasi Liturgi yang bisa diadaptasi
  • Fasilitas Forum-Forum Pertemuan antar Pimpinan GBM untuk membangun kepercayaan dan pemahaman bersama

FOKUS:

  • Mendorong Dampak Nyata Gereja di tengah Masyarakat

AREA PROGRAM KUNCI:

  • Pengembangan Program Diakonia yang berfokus pada Program Pemberdayaan (bukan Karitatif semata)
  • Advokasi Kebijakan Publik untuk Keadilan Bagi Kelompok Rentan
  • Pengembangan Teologi Hijau yang Konkrit
  • Penguatan Peran Gereja sebagai Agen Kerukunan Antar Umat Beragama

FOKUS:

  • Membenahi "Mesin" Organisasi Gereja agar lebih efektif, efisien dan akuntabel

AREA PROGRAM KUNCI:

  • Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Kepemimpinan bagi Pendeta dan Pimpinan Awam
  • Perbaikan Sistem Administrasi dan Pelaporan, Manajemen SDM yang profesional, dan
  • Implementasi Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance yang diadaptasi untuk gereja.

FOKUS:

  • Memastikan kelanjutan pelayanan GPI di masa depan melalui adaptasi teknologi dan pengelolaan sumber daya yang bertanggungjawab

AREA PROGRAM KUNCI:

  • Transformasi Digital Layanan Gerejawi, Pengembangan Platform Digital bersama untuk Pembelajaran dan Kolaborasi
  • Optimalisasi dan Inventarisasi Aset-Aset Warisan Indische Kerk, serta 
  • Pengembangan Unit-Unit Usaha Gereja untuk Kemandirian Finansial

Berdasarkan keempat Pilar Strategis di atas, di dalam Sidang Majelis Sinode Am GPI 2025 di Jakarta, tersusun 4 Sasaran Strategis baru yang selaras dengan Pilar-Pilar Strategis Sinode Am GPI yang ditetapkan dalam Sidang Sinode Am GPI 2025, di Beo, Talaud, Sulawesi Utara.

Target Hasil Kunci/ Key Results:

  • Key Result 1.1: Dihasilkannya Draft dokumen yang mendefinisikan secara konkret peran, fungsi, dan implikasi (terhadap struktur organisasi, sumber daya manusia, dan anggaran) dari Sinode Am sebagai "Pusat Fasilitasi" yang melayani, memberdayakan, dan mengoordinasikan, bukan memerintah GBM.1
  • Key Result 1.2: Terpetakannya tiga inisiatif strategis unggulan yang akan menjadi pilar model fasilitasi—yaitu (a) "Think-and-Do Tank" GPI, (b) Jaringan Aksi "Koinonia-Diakonia", dan (c) "Enabler Transformasi Digital"—lengkap dengan deskripsi, tujuan, dan metrik keberhasilan awal untuk masing-masing inisiatif.1

  • Key Result 2.1: Teridentifikasinya 5-7 kompetensi kepemimpinan baru yang krusial bagi para pelayan gereja (pendeta dan penatua) untuk menavigasi era disrupsi, seperti peran sebagai fasilitator, kurator konten, dan perajut jejaring (network-weaver), beserta deskripsi perilaku kunci untuk setiap kompetensi.1
  • Key Result 2.2: Tersusunnya sebuah kerangka kerja (framework) untuk kurikulum pembinaan warga gereja yang membekali jemaat dengan pemahaman "Teologi Disrupsi" dan "Etika Digital" yang berakar pada iman Kristen Reformed.1

  • Key Result 3.1: Disepakatinya 3-4 Pilar Strategis utama (misalnya, Koinonia: Memperkuat Persekutuan; Marturia: Memperluas Kesaksian; Diakonia: Mewujudkan Keadilan) yang akan menjadi struktur dasar Renstra GPI 2025-2030 silkannya sebuah draf konsep program percontohan (pilot project) untuk Diakonia Transformatif pan-GPI sebagai respons terhadap isu sosial-ekonomi kontekstual (misalnya, pengangguran pemuda). 
  • Key Results 3.2: Dihasilkannya minimal satu contoh OKR yang lengkap (satu Objective dengan tiga Key Results kuantitatif) untuk setiap Pilar Strategis, di mana perumusan OKR tersebut merupakan sintesis dari analisis konteks (TOWS) dan perencanaan skenario yang dilakukan selama Rapat Studi.1

  • Key Result 4.1: Disepakatinya 3-4 Pilar Strategis utama (misalnya, Koinonia, Marturia, Diakonia) yang akan menjadi struktur dasar Renstra GPI 2025-2030.   
  • Key Result 4.2: Dihasilkannya sebuah draf konsep program percontohan (pilot project) untuk Diakonia Transformatif pan-GPI sebagai respons terhadap isu sosial-ekonomi kontekstual (misalnya, pengangguran pemuda). 

PROPOSISI PROGRAM

PROGRAM 01: FASILITASI PENYUSUNAN RENSTRA AGILE

Pendampingan intensif untuk menyusun Rencana Strategis yang adaptif (Agile) serta penurunan target kinerja terukur menggunakan metode Objectives and Key Results (OKR), didukung oleh pemanfaatan Digital Toolkits.

Fokus: Membantu GBM menyusun arah strategis 2025-2030 berbasis data dan kinerja terukur.

Program ini berkaitan erat dengan Pilar 03 & 04 serta menjawab Sasaran Strategis 01 s/d 04. Program ini juga membuka peluang bagi tersedianya berbagai ruang untuk mencapai pembangunan Pilar 01 & 02.

Sasaran Prioritas: Sinode Gereja Bagian Mandiri yang belum memiliki Rencana Strategis.

TARGET PENCAPAIAN
  • GBM bersedia menandatangani Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement - NDA)
  • GBM Paham tentang Konsep Renstra Agile secara umum
  • GBM Paham tentang Peran, Fungsi dan Manfaat Digital Toolkits
  • GBM Berhasil Menyusun Renstra Agile dengan Menggunakan Digital Toolkits
SUMBER DAYA
  • Perangkat Jaringan Internet (Opsional – bila tidak tersedia jaringan internet)
  • SDM Teknologi Digital
  • SDM Perencanaan Strategis
  • SDM Teologi (Ekklesiologi & Misiologi)
  • Perwakilan BPH
  • Sponsor Pendanaan Anggaran Pelayanan
  • Tim PMO untuk penyusunan proposal program (Mencakup semua kategori SDM di atas dan SDM Manajemen Program)
KERANGKA WAKTU
  • Persiapan Materi & Platform: 1 Minggu
  • Persiapan Proposal & Anggaran: 2 Minggu
  • Perjalanan PP: 2-4 hari
  • Sesi Workshop: 5 hari

PROGRAM 02: FASILITASI PENGEMBANGAN KAPASITAS KEPEMIMPINAN DIGITAL

Pelatihan dan workshop untuk memperlengkapi Pendeta dan Penatua dengan kompetensi kepemimpinan baru, etika digital, dan "Teologi Disrupsi" yang relevan untuk menavigasi pelayanan di era digital.

Fokus: Memperkuat SDM Gereja (Pendeta & Penatua) dalam menghadapi era disrupsi.  

Program ini berkaitan erat dengan Pilar 03 & 04 serta menjawab Sasaran Strategis 02 & 04.

Sasaran Prioritas: Sinode Gereja Bagian Mandiri yang ingin mengembangkan Kapasitas Kepemipinan Digital bagi para Pendeta dan Pelayannya (Penatua & Diaken)

TARGET PENCAPAIAN
  • GBM bersedia menandatangani Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement - NDA)
  • Terpetakannya profil kompetensi pelayan GBM saat ini dibandingkan dengan "5-7 Kompetensi Kepemimpinan Baru" (Fasilitator, Kurator, Network-Weaver).
  • Tersusunnya kerangka kurikulum pembinaan warga gereja yang mencakup "Teologi Disrupsi" dan "Etika Digital".
  • Peserta (Pendeta/Penatua) mampu mempraktikkan penggunaan alat digital dasar untuk pelayanan pastoral (Renungan.Online, Refleksi.Online, Katekisasi.Online)
SUMBER DAYA
  • Narasumber Ahli Teologi & Etika Digital.
  • Praktisi Media Digital Gereja.
  • Modul/Buku Panduan Kompetensi.
  • Tim PMO untuk penyusunan proposal program
KERANGKA WAKTU
  • Persiapan Materi & Platform: 1 Minggu
  • Persiapan Proposal & Anggaran: 2 Minggu
  • Perjalanan PP: 2-4 hari
  • Asesmen Awal Kompetensi: 1 Minggu (Daring).
  • Sesi Workshop & Pelatihan: 3 Hari.
  • Pendampingan Implementasi: 1 Bulan (Daring/Hybrid).

PROGRAM 03: FASILITASI PERANCANGAN MISI & DIAKONIA TRANSFORMATIF

Pendampingan dalam melakukan pemetaan sosial (social mapping) dan perancangan program percontohan (pilot project) untuk menjawab isu sosial-ekonomi jemaat secara nyata

Fokus: Mengubah wacana menjadi aksi nyata yang berdampak sosial-ekonomi.

Program ini berkaitan erat dengan Pilar 02 s/d 04 serta menjawab Sasaran Strategis 04.

Sasaran Prioritas: Sinode Gereja Bagian Mandiri yang ingin mentranformasikan bentuk dan model pelayanannya.

TARGET PENCAPAIAN
  • GBM bersedia menandatangani Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement - NDA)
  • Teridentifikasinya isu sosial-ekonomi spesifik di wilayah pelayanan GBM (misal: pengangguran pemuda, stunting, dll).
  • Dihasilkannya satu draf lengkap konsep Program Percontohan (Pilot Project) Diakonia Transformatif.
  • Terbentuknya Jaringan Aksi lokal yang terhubung dengan inisiatif nasional Sinode Am.
SUMBER DAYA
  • Ahli Pengembangan Masyarakat (Community Development).
  • Tim PMO untuk penyusunan proposal program.
  • Pengurus dan Warga Gereja yang berminat untuk belajar dan terlibat aktif dalam memanfaatkan dan mengembangkan Platform Digital
KERANGKA WAKTU
  • Persiapan Materi & Platform: 1 Minggu
  • Persiapan Proposal & Anggaran: 2 Minggu
  • Perjalanan PP: 2-4 hari
  • Pemetaan Sosial (Social Mapping): 2 Minggu.
  • Workshop Perancangan Program (Design Thinking): 3 Hari.
  • Peluncuran Pilot Project: Sesuai kesepakatan.

PROGRAM 04: WORKSHOP & PELATIHAN PEMBANGUNAN PLATFORM DIGITAL

Pendampingan dalam aspek Pembangunan Platform Digital Gereja melalui metode Workshop dan Hands-on Training.

Fokus: Membangun Sistem Manajemen Informasi & Komunikasi Gereja yang terintegrasi dengan Sistem Manajemen Operasional, Manajemen Keuangan, Manajemen Sumber Daya Manusia (Pekerja Gereja) dan Manajemen Jemaat.

Program ini berkaitan erat dengan Pilar 03 s/d 04 serta menjawab Sasaran Strategis 01 & 02.

Sasaran Prioritas: Sinode Gereja Bagian Mandiri yang ingin masuk ke ruang Transformasi Digital untuk mendukung berbagai aspek pelayanan sekaligus meningkatkan kinerja serta keterlibatan jemaat.

TARGET PENCAPAIAN
  • GBM bersedia menandatangani Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement - NDA)
  • Sinode GBM memahami Konsep dan dampak Transformasi Digital dalam aspek Organisasi dan Pelayanan
  • Terbangunnya Platform Digital yang terintegrasi dengan Sinode Am GPI dan berbagai Sinode GBM lainnya;
  • Terbangunnya Komunitas Digital Gereja yang dapat mendukung keberlanjutan pemanfaatan dan pengembangan Platform Digital
SUMBER DAYA
  • Perangkat Jaringan Internet (Opsional – bila tidak tersedia jaringan internet)
  • SDM Teknologi Digital
  • SDM Perencanaan Strategis
  • SDM Teologi (Ekklesiologi & Misiologi)
  • Perwakilan BPH
  • Jejaring Mitra Donor/Ahli Ekonomi.
  • Tim PMO untuk penyusunan proposal program.
KERANGKA WAKTU
  • Persiapan Materi & Platform: 1 Minggu
  • Persiapan Proposal & Anggaran: 2 Minggu
  • Perjalanan PP: 2-4 hari
  • Pemetaan Proses (Process Mapping): 1 Minggu.
  • Workshop & Pelatihan Pembangunan Platform  6 Hari.
  • Peluncuran Pilot Project: Sesuai kesepakatan.

KOMISI-KOMISI PENGGERAK

KOMISI PENELITIAN & PENGEMBANGAN (THINK-DO-TANK)

“Otak dan Radar Organisasi”

  • Deskripsi: Bukan sekadar meneliti, komisi ini adalah "Dapur Pemikiran dan Aksi". Mereka bertugas membaca tanda-tanda zaman, mengumpulkan data dari lapangan (GBM), dan merancang prototipe solusi sebelum disebarluaskan.
  • Peran Utama: Sebagai Navigator yang memberi arah strategis berbasis data, bukan asumsi.
  • Tugas & Tanggung Jawab:
    • Melakukan Environmental Scanning (pemindaian lingkungan) untuk mendeteksi tren eksternal (sosial, ekonomi, teknologi).
    • Mengumpulkan dan menganalisis data kondisi GBM (TOWS Analysis).
    • Merancang skenario masa depan (Scenario Planning) untuk antisipasi krisis.
    • Mengembangkan konsep awal (prototyping) untuk program-program baru.
  • Skills & Kompetensi:
    • Data Analytics & Research Methodology.
    • Design Thinking (kemampuan merancang solusi berbasis pengguna/jemaat).
    • Strategic Foresight (kemampuan memprediksi tren masa depan).

“Mesin Penggerak dan Penjaga Kualitas”

  • Deskripsi: PMO adalah pusat komando eksekusi. Mereka memastikan bahwa ide dari Litbang diterjemahkan menjadi rencana kerja yang realistis, terjadwal, dan terukur.
  • Peran Utama: Sebagai Orchestrator (Dirigen) yang menjaga agar program berjalan On-Time (tepat waktu), On-Budget (sesuai anggaran), dan On-Scope (sesuai tujuan).
  • Tugas & Tanggung Jawab:
    • Menerjemahkan strategi menjadi OKR (Objectives and Key Results).
    • Menyusun Timeline dan alokasi sumber daya manusia.
    • Memantau kemajuan program menggunakan Dashboard Monitoring.
    • Melakukan standarisasi kualitas output (SOP Pelayanan).
  • Skills & Kompetensi:
    • Project Management (PMP/Agile/Scrum).
    • Change Management (manajemen perubahan).
    • Kemampuan organisasional dan detail-oriented.

“Wajah dan Jembatan Organisasi”

  • Deskripsi: Komisi ini membangun kepercayaan (trust) dan narasi. Mereka memastikan "Menu Pelayanan" Sinode Am diketahui, dipahami, dan diminati oleh GBM serta mitra luar.
  • Peran Utama: Sebagai Diplomat dan Storyteller (pencerita) yang menghubungkan Sinode Am dengan dunia luar.
  • Tugas & Tanggung Jawab:
    • Membangun branding Sinode Am sebagai "Facilitative Hub".
    • Mengelola komunikasi krisis dan media sosial gereja.
    • Membangun jejaring strategis dengan Pemerintah, NGO, dan lembaga donor internasional.
    • Melakukan lobi dan advokasi untuk isu-isu strategis.
  • Skills & Kompetensi:
    • Strategic Communication & Storytelling.
    • Stakeholder Management.
    • Digital Marketing & Social Media Strategy.
    • Negosiasi dan Diplomasi.

“Jiwa dan Kompas Moral”

  • Deskripsi: Penjaga gawang identitas iman. Komisi ini memastikan semua program, secanggih apa pun, tetap berakar pada teologi Kristen Protestan yang alkitabiah dan relevan (kontekstual).
  • Peran Utama: Sebagai Guardian (Penjaga) yang memberikan landasan teologis bagi setiap inovasi.
  • Tugas & Tanggung Jawab:
    • Menyusun kurikulum "Teologi Disrupsi" dan "Etika Digital".
    • Melakukan tinjauan teologis (theological review) atas setiap proposal program Litbang.
    • Merumuskan materi pembinaan warga gereja yang menjawab isu kontemporer.
  • Skills & Kompetensi:
    • Teologi Sistematika & Etika Kristen.
    • Hermeneutika Kontekstual.
    • Kemampuan menulis dan mengajar (Teaching & Pedagogy).

“Bahan Bakar Organisasi”

  • Deskripsi: Bergeser dari sekadar "mengedarkan kantong kolekte" menjadi penggalangan dana strategis dan manajemen aset produktif.
  • Peran Utama: Sebagai Resource Mobilizer (Penggerak Sumber Daya) yang memastikan keberlanjutan finansial program.
  • Tugas & Tanggung Jawab:
    • Memetakan potensi donor (filantropi, CSR perusahaan, lembaga hibah).
    • Menyusun proposal pendanaan yang profesional (Grant Writing).
    • Mengelola unit bisnis atau aset gereja agar produktif.
    • Merancang skema Crowdfunding digital untuk proyek-proyek spesifik.
  • Skills & Kompetensi:
    • Financial Planning & Analysis.
    • Sales & Pitching Skills.
    • Grant Proposal Writing.
    • Jaringan bisnis dan investasi.

ALUR PROSES PELAYANAN

Berikut adalah Alur Proses Pelayanan Terintegrasi (Integrated Service Blueprint) yang disusun berdasarkan kebutuhan program.

Untuk memastikan Sinode Am beroperasi layaknya organisasi modern (High-Performance Organization), kita tidak lagi menggunakan alur linear sederhana, melainkan Alur Siklus Nilai (Value Chain Cycle). Pendekatan ini umum digunakan oleh perusahaan Fortune 100 untuk memastikan setiap departemen (dalam hal ini Komisi) memberikan nilai tambah pada setiap tahap layanan kepada pelanggan (GBM).

PETA ALUR PROSES LAYANAN (END-TO-END SERVICE JOURNEY)

Proses ini dibagi menjadi 5 Tahapan Strategis:

  1. Fase Desain & Validasi (Internal Sinode Am)
  2. Fase Penawaran & Engagemen (Sinode Am ke GBM)
  3. Fase Persiapan & Mobilisasi (Internal & Eksternal)
  4. Fase Eksekusi Layanan (Di Lokasi GBM)
  5. Fase Evaluasi & Keberlanjutan (Pasca-Layanan)

TAHAP 1: DESAIN & VALIDASI (Product Development)

Tujuan: Memastikan "menu" yang ditawarkan relevan, teologis, dan terdanai.

  • Langkah 1.1: Riset Kebutuhan (Komisi Litbang)
    • Melakukan pemindaian data (environmental scanning) untuk memahami isu terkini yang dihadapi GBM (misal: penurunan jumlah pemuda, defisit anggaran).
    • Menyusun draf awal solusi (Konsep Program).
  • Langkah 1.2: Validasi Teologis (Komisi Teologi)
    • Membedah draf program Litbang. Apakah metode "Renstra Agile" atau "Digital Toolkits" ini sudah sesuai dengan eklesiologi GPI?
    • Menyetujui konten materi ajar.
  • Langkah 1.3: Analisis Kelayakan (Komisi PMO & Fundraising)
    • PMO menghitung beban kerja dan durasi.
    • Fundraising memastikan ketersediaan dana abadi atau sponsor untuk menutupi biaya operasional (sehingga tidak memberatkan GBM).

TAHAP 2: PENAWARAN & ENGAGEMENT (Sales & Marketing)

Tujuan: Membangun kepercayaan dan kesepakatan kerja dengan GBM.

  • Langkah 2.1: Kampanye Program (Komisi Humas/PR)
    • Mengirimkan Surat Penawaran dan Katalog Menu (yang sudah kita buat) ke Ketua Sinode GBM.
    • Melakukan komunikasi persuasif (via WA/Zoom) untuk menjelaskan manfaat program.
  • Langkah 2.2: Konsultasi Awal (Komisi PR & PMO)
    • Jika GBM tertarik, PR menjadwalkan pertemuan daring.
    • PMO menjelaskan teknis pelaksanaan kepada tim GBM untuk menyamakan ekspektasi.
  • Langkah 2.3: Kontrak & NDA (Komisi PR)
    • Memfasilitasi penandatanganan kesepakatan kerja dan NDA (Non-Disclosure Agreement).
    • Output: "Work Order" (Perintah Kerja) resmi terbit.

TAHAP 3: PERSIAPAN & MOBILISASI (Onboarding)

Tujuan: Memastikan logistik, SDM, dan teknologi siap 100% sebelum hari-H.

  • Langkah 3.1: Perencanaan Detail (Komisi PMO)
    • Menyusun Project Charter (jadwal rinci, daftar peserta, kebutuhan alat).
    • Menunjuk Tim Fasilitator (bisa gabungan anggota Litbang/Teologi).
  • Langkah 3.2: Dukungan Sumber Daya (Komisi Fundraising)
    • Mencairkan dana operasional sesuai RAB yang diajukan PMO.
    • Memastikan alat-alat (Digital Toolkits) berlisensi dan siap pakai.
  • Langkah 3.3: Koordinasi Lokal (Komisi PR via Liaison Officer)
    • Memastikan Tim Lokal di GBM sudah menyiapkan ruangan, internet, dan peserta sesuai kriteria.

TAHAP 4: EKSEKUSI LAYANAN (Service Delivery)

Tujuan: Memberikan pengalaman transformatif kepada GBM (bukan sekadar ceramah).

  • Langkah 4.1: Pelaksanaan Workshop (Tim Gabungan dipimpin PMO)
    • Sesi Teori: Disampaikan oleh ahli materi (bisa dari Komisi Teologi/Litbang).
    • Sesi Praktik: Dipandu oleh Fasilitator PMO menggunakan Digital Toolkits.
  • Langkah 4.2: Pendampingan "Hand-Holding" (Komisi PMO)
    • Memastikan peserta tidak hanya mendengar, tapi mengerjakan (misal: langsung mengisi template OKR di laptop masing-masing).
  • Langkah 4.3: Dokumentasi (Komisi PR)
    • Mengambil foto/video kegiatan untuk laporan pertanggungjawaban dan bahan publikasi (dengan izin GBM).

TAHAP 5: EVALUASI & KEBERLANJUTAN (Feedback Loop)

Tujuan: Mengukur dampak dan menjaga hubungan jangka panjang.

  • Langkah 5.1: Pengukuran Dampak (Komisi Litbang)
    • Menyebarkan survei kepuasan pasca-kegiatan.
    • Mengukur apakah OKR awal tercapai (misal: apakah Dokumen Renstra GBM benar-benar jadi?).
  • Langkah 5.2: Laporan & Testimoni (Komisi PR)
    • Membuat laporan ringkas untuk GBM dan donor.
    • Meminta testimoni dari Ketua Sinode GBM untuk bahan promosi ke GBM lain.
  • Langkah 5.3: Tindak Lanjut Jangka Panjang (Komisi Teologi & PMO)
    • Menawarkan pendampingan lanjutan (Coaching Clinic) jika GBM mengalami kesulitan saat implementasi mandiri.

MATRIKS RACI (Roles & Responsibilities)

Alat manajemen standar untuk memperjelas siapa melakukan apa.

AktivitasLitbangPMOPR / HumasTeologiFundraising
Merancang Menu ProgramR (Responsible)C (Consulted)I (Informed)C (Consulted)I (Informed)
Validasi MateriCIIA (Accountable)I
Menghubungi GBMIIRII
Menyiapkan Logistik & JadwalIRIIC
Mencairkan DanaIIIIR
Memimpin Workshop (Hari-H)CRS (Support)S (Support)I
Evaluasi DampakACCII