Ayat Alkitab Pilihan — Yeremia 9:23–24
“Siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku.”
Yeremia 9 menggambarkan keadaan yang menyedihkan. Orang tidak lagi dapat mempercayai satu sama lain. Kebohongan menjadi biasa, kepentingan diri sendiri semakin kuat, dan hubungan antar-manusia kehilangan ketulusan. Lalu, di tengah keadaan seperti itu, Tuhan mengatakan sesuatu yang sangat sederhana tetapi menusuk: jangan membanggakan hikmat, kekuatan, atau kekayaan. Bermegahlah karena kita mengenal Tuhan.
Pesan itu terasa sangat dekat dengan kehidupan keluarga kita hari ini. Tanpa sadar, kita bisa mengukur keberhasilan rumah tangga dari hal-hal yang kelihatan: rumah yang semakin baik, pekerjaan yang semakin mapan, anak yang berprestasi, sekolah yang bagus, tabungan yang bertambah, atau bahkan foto keluarga yang terlihat bahagia di media sosial. Semua itu tidak salah. Tetapi semuanya bisa berubah. Cepat sekali.
Tuhan mengajak kita melihat lebih dalam. Pertanyaan terpenting bagi sebuah keluarga Kristen bukan hanya, “Apakah hidup kita semakin berhasil?” tetapi, “Apakah di dalam semua ini kita semakin mengenal Tuhan?” Sebab mungkin saja sebuah keluarga memiliki banyak hal tetapi mulai kehilangan percakapan yang hangat, kehilangan waktu berdoa bersama, kehilangan keberanian untuk meminta maaf, bahkan kehilangan kemampuan untuk benar-benar mendengarkan satu sama lain. Rumahnya semakin bagus. Tetapi hubungan di dalamnya semakin dingin.
Menariknya, dalam Yeremia 9, mengenal Tuhan bukan sekadar mengetahui banyak hal tentang Tuhan. Tuhan memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah yang melakukan kasih setia, keadilan, dan kebenaran. Jadi mengenal Tuhan harus mulai terlihat dalam cara kita hidup. Ketika seorang ayah berani berkata, “Papa salah.” Ketika seorang ibu memilih mengampuni. Ketika anak belajar berkata jujur walaupun mungkin dimarahi. Ketika anggota keluarga berhenti memenangkan pertengkaran dan mulai berusaha memahami satu sama lain. Di situlah iman menjadi nyata.
Karena itu, mungkin malam ini kita tidak membutuhkan percakapan yang rumit. Matikan televisi sebentar. Letakkan telepon genggam. Duduklah bersama. Tanyakan satu pertanyaan sederhana: “Apa yang sedang Tuhan ajarkan kepada keluarga kita akhir-akhir ini?” Jangan buru-buru menjawab. Dengarkan. Bisa jadi Tuhan sedang membawa keluarga kita kembali kepada sesuatu yang selama ini perlahan hilang—kasih yang tulus, kejujuran, doa bersama, kerendahan hati, atau sekadar waktu untuk benar-benar hadir bagi satu sama lain.
Pada akhirnya, anak-anak mungkin tidak akan mengingat berapa banyak barang yang pernah ada di rumah kita. Mereka juga belum tentu mengingat semua nasihat yang pernah kita berikan. Tetapi mereka akan mengingat suasananya. Mereka akan mengingat apakah rumah itu menjadi tempat di mana kasih Tuhan terasa, kebenaran dihargai, kesalahan dapat diakui, pengampunan diberikan, dan orang-orang belajar mengenal Tuhan bersama-sama. Itulah kekayaan keluarga yang tidak mudah hilang.
Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
- Dari Yeremia 9:23–24, hal apa yang paling sering membuat kita merasa bangga atau merasa keluarga kita “berhasil”?
- Apakah kesibukan pekerjaan, pendidikan, pelayanan, media sosial, atau urusan ekonomi pernah membuat hubungan dalam keluarga kita menjadi lebih jauh? Ceritakan secara terbuka.
- Jika mengenal Tuhan terlihat melalui kasih setia, keadilan, dan kebenaran, bagian mana yang paling perlu bertumbuh dalam keluarga kita saat ini?
- Adakah seseorang dalam keluarga yang perlu kita dengarkan lebih sungguh-sungguh, ampuni, mintai maaf, atau dekati kembali?
- Satu kebiasaan sederhana apa yang dapat keluarga kita mulai minggu ini supaya kami tidak hanya mengetahui tentang Tuhan, tetapi sungguh-sungguh semakin mengenal-Nya bersama?
Doa Penutup
Tuhan, kami bersyukur untuk keluarga yang Engkau percayakan kepada kami. Ampuni kami ketika kami terlalu sibuk mengejar keberhasilan, kenyamanan, pengakuan, dan banyak hal yang kelihatan baik, tetapi perlahan kehilangan hal yang paling penting: mengenal Engkau dan mengasihi satu sama lain.
Ajarlah kami menjadi keluarga yang jujur. Lembutkan hati kami supaya mudah meminta maaf dan cepat mengampuni. Tolong kami untuk mendengarkan sebelum menghakimi, memahami sebelum marah, dan mengasihi bahkan ketika kami sedang kecewa.
Biarlah rumah kami menjadi tempat di mana kasih setia-Mu terasa, kebenaran-Mu dihormati, dan nama-Mu dimuliakan. Ketika dunia mengajarkan kami untuk bermegah dalam apa yang kami miliki, ajarlah kami bermegah karena kami mengenal Engkau.
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.