Nats Alkitab
“Tetapi Stefanus, seorang yang penuh dengan kasih karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.”
(Kisah Para Rasul 6:8)
Stefanus bukan rasul. Ia bukan tokoh utama gereja mula-mula. Ia dipilih untuk tugas yang dianggap “biasa”: melayani meja. Namun Alkitab tidak menyebutnya sebagai pelayan yang biasa. Stefanus adalah seorang yang penuh dengan kasih karunia dan kuasa.
Kesetiaannya dalam pelayanan kecil ternyata berjalan seiring dengan kedalaman rohaninya. Ketika ia berbicara, hikmat Allah menyertainya. Ketika ia difitnah, wajahnya memancarkan ketenangan yang tidak berasal dari dunia ini. Bahkan di hadapan ancaman dan tuduhan palsu, Stefanus tidak kehilangan identitasnya di dalam Kristus.
Musuh-musuhnya tidak mampu melawan kebenaran yang diucapkannya. Maka mereka memilih jalan yang lebih gelap: kebohongan, manipulasi, dan tekanan massa. Namun ironisnya, di tengah ketidakadilan itulah kemuliaan Allah justru tampak. Wajah Stefanus digambarkan seperti wajah malaikat—bukan karena ia bebas dari penderitaan, melainkan karena hatinya sepenuhnya bersandar kepada Allah yang berdaulat.
Dalam terang iman Kristus, kita melihat bahwa keberanian Stefanus bukan hasil keberanian manusia semata, melainkan buah dari anugerah Allah yang bekerja di dalam dirinya. Allah memampukan hamba-Nya untuk setia, bahkan ketika kesetiaan itu membawa kepada penderitaan.
Renungan ini mengingatkan kita: panggilan kita bukan pertama-tama untuk aman, tetapi untuk setia. Dan kesetiaan, di tangan Allah, selalu memiliki makna kekal.
Pertanyaan Refleksi untuk Diskusi Kelompok
- Apa arti “penuh dengan kasih karunia dan kuasa” dalam kehidupan sehari-hari orang percaya?
- Mengapa Allah sering memakai pelayanan yang dianggap kecil untuk menyatakan kemuliaan-Nya?
- Bagaimana respons kita ketika kebenaran justru mendatangkan penolakan atau fitnah?
- Apa yang bisa kita pelajari dari ketenangan Stefanus saat menghadapi ancaman besar?
- Dalam area apa Tuhan sedang memanggil Anda untuk setia, meski tidak terlihat atau dihargai?
Doa
Tuhan yang penuh kasih karunia,
Ajarlah kami untuk setia dalam setiap panggilan, besar maupun kecil.
Berikan kami hati yang bersandar penuh kepada-Mu, agar dalam tekanan dan ketidakadilan, hidup kami tetap memancarkan kemuliaan Kristus.
Teguhkan iman kami untuk berjalan dalam kebenaran, bukan demi pujian manusia, melainkan demi nama-Mu yang kudus.
Amin.
WAJAH SEPERTI MALAIKAT DI TENGAH FITNAH