Nats Alkitab
“Kemudian Gideon mengambil sepuluh orang dari hamba-hambanya dan melakukan seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya. Tetapi karena ia takut kepada kaum keluarganya dan kepada orang-orang kota itu, ia melakukannya pada waktu malam.”
— Hakim-Hakim 6:27
Ketaatan tidak selalu lahir dari keberanian yang lantang.
Sering kali, ketaatan justru muncul di tengah ketakutan yang sunyi.
Gideon tahu apa yang Tuhan perintahkan: merobohkan mezbah Baal, simbol dosa yang telah mengakar dalam keluarganya sendiri. Ia taat, tetapi ia taat pada malam hari—saat tidak ada sorak sorai, tidak ada tepuk tangan, dan tidak ada pengakuan manusia.
Pagi harinya, kota itu gempar. Mezbah Baal runtuh. Patung Asyera tumbang. Ketaatan yang dilakukan dalam gelap akhirnya terlihat jelas dalam terang (ayat 28). Gideon mungkin takut kepada manusia, tetapi ia lebih gentar kepada Tuhan.
Tuhan tidak menunggu Gideon menjadi sempurna sebelum memakainya.
Ia memulai karya pembebasan-Nya dari ketaatan kecil, rapuh, dan tersembunyi.
Sering kali kita menunda taat karena merasa belum cukup berani, belum cukup kuat, atau belum cukup siap. Namun firman hari ini mengingatkan kita: ketaatan tidak menunggu keberanian—ketaatan melahirkan keberanian.
Allah yang berdaulat memakai langkah iman yang kecil untuk menggenapi rencana besar-Nya.
Doa
Tuhan yang setia,
Kami mengakui bahwa sering kali kami takut taat sepenuhnya kepada-Mu. Takut akan penilaian manusia, takut kehilangan kenyamanan, takut akan konsekuensi.
Namun hari ini kami belajar dari Gideon, bahwa Engkau bekerja bahkan melalui ketaatan yang dilakukan dalam diam.
Ajari kami untuk lebih takut akan Engkau daripada manusia.
Berikan kami hati yang taat, meski langkah kami masih gemetar.
Kami percaya, Engkau sanggup memuliakan nama-Mu melalui ketaatan sederhana yang kami persembahkan kepada-Mu.
Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
TAAT DALAM GELAP, SETIA WALAUPUN TAK DILIHAT