Pelayanan di Balik Jeruji: Tetap Setia Saat Tak Dimengerti

Firman Bacaan: Yeremia 37
Nats Alkitab Pilihan: Yeremia 37:17 (TB2)

"Raja Zedekia menyuruh orang mengambil dia, lalu bertanya kepadanya secara rahasia di istananya: 'Adakah datang firman dari TUHAN?' Jawab Yeremia: 'Ada!' Lagi katanya: 'Engkau akan diserahkan ke tangan raja Babel!'"

Bayangkan Yeremia. Ia sedang mencoba keluar kota untuk urusan keluarga, namun ia dituduh sebagai pengkhianat dan dijebloskan ke penjara bawah tanah yang kotor (ayat 13-16). Dalam pelayanan, kita sering mengalami hal serupa: kita sudah memberikan yang terbaik, namun niat baik kita disalahartikan, kita difitnah, atau dikucilkan oleh rekan sekerja sendiri.

Secara Narasi, Yeremia 37 menunjukkan kontras antara kepalsuan Raja Zedekia dan integritas Yeremia. Raja memanggil Yeremia secara sembunyi-sembunyi, berharap ada nubuat "manis" yang menenangkan hatinya. Meskipun Yeremia baru saja keluar dari penjara yang menyiksa, ia tidak mengompromikan pesan Tuhan. Ia tetap berkata: "Engkau akan diserahkan!" Yeremia lebih takut kepada Tuhan daripada takut kepada raja yang memegang kuncinya.

Secara Topikal, ada dua hal penting bagi setiap pelayan di berbagai bidang:

  1. Integritas di Bawah Tekanan: Seringkali dalam pelayanan (musik, usher, multimedia, atau diakonia), kita ditekan untuk "menyenangkan manusia". Mungkin kita diminta mengabaikan standar Firman demi kenyamanan organisasi. Yeremia mengajarkan bahwa seorang pelayan tetap harus berkata "Ada firman" hanya jika memang itu dari Tuhan, bukan apa yang ingin didengar orang.
  2. Kedaulatan Tuhan dalam Penderitaan: Yeremia tidak bersalah, tapi ia dipenjara. Kadang Tuhan mengizinkan kita mengalami masa sulit di tengah pelayanan bukan karena kita berdosa, tapi untuk memurnikan motivasi kita. Apakah kita melayani demi pujian, atau tetap melayani saat berada di "lubang tahanan" yang gelap?

Rekan pelayan, jangan tawar hati jika pelayanan Anda saat ini terasa seperti "penjara" karena penolakan atau fitnah. Tetaplah berkata benar dan bertindak jujur. Tuhan yang melihat Yeremia di penjara bawah tanah adalah Tuhan yang sama yang sedang memperhatikan kesetiaan Anda hari ini.

5 Pertanyaan Refleksi (Diskusi Kelompok Pelayanan)
  1. Kejujuran: Pernahkah niat tulus Anda dalam melayani justru disalahartikan atau difitnah oleh orang lain? Bagaimana respon Anda saat itu?
  2. Motivasi: Apakah keberanian Anda menyuarakan kebenaran dalam tim pelayanan bergantung pada "suasana hati" atau pada otoritas Firman Tuhan?
  3. Integritas: Dalam hal apa Anda sering merasa tergoda untuk "menyenangkan manusia" daripada melakukan apa yang benar di mata Tuhan dalam tugas pelayanan Anda?
  4. Ketabahan: Yeremia meminta agar tidak dikembalikan ke penjara yang mematikan, tapi ia tidak mengubah pesannya. Bagaimana kita bisa belajar tetap berani namun tetap bersikap bijak saat menghadapi otoritas yang menekan?
  5. Aplikasi: Apa satu hal nyata yang akan Anda lakukan minggu ini untuk menjaga integritas pelayanan Anda, meskipun itu mungkin tidak membuat Anda populer di mata rekan-rekan?
Doa Penutup

 Tuhan Yesus, Sang Hamba yang Menderita. Terima kasih karena Engkau telah memberi kami teladan kesetiaan yang sempurna. Ampunilah kami jika kami seringkali lebih takut pada pendapat manusia daripada kedaulatan-Mu. Berikanlah kami keberanian seperti Yeremia untuk tetap setia pada kebenaran, bahkan saat pelayanan kami tidak dimengerti atau ditolak. Biarlah hanya perkenanan-Mu yang menjadi upah terbesar bagi kami. Amin.



Masuk untuk meninggalkan komentar