Nats Alkitab Pilihan: Yeremia 25:3 (TB2)
"Selama dua puluh tiga tahun ini... firman TUHAN datang kepadaku dan terus-menerus aku mengucapkannya kepadamu, tetapi kamu tidak mau mendengarkannya."
Bayangkan seseorang yang berdiri di pinggir jalan, meneriakkan peringatan tentang jembatan putus selama 23 tahun tanpa henti. Setiap pagi, siang, dan malam ia berseru, namun orang-orang yang lewat hanya tertawa, mengejek, atau mengabaikannya. Itulah Yeremia. Selama lebih dari dua dekade, ia tidak pernah absen menyuarakan pesan Tuhan agar bangsa itu bertobat.
Secara Narasi, Yeremia 25 menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah menghukum tanpa memberikan peringatan yang sangat panjang. Tuhan adalah Allah yang sabar, namun sabar tidak berarti membiarkan tanpa batas. Di pasal ini, waktu tunggu itu habis. Tuhan menetapkan masa pembuangan selama 70 tahun. Pesan ini bukan lagi sekadar ajakan, melainkan ketetapan.
Secara Topikal, ada dua pelajaran mendalam bagi kita hari ini:
- Bahaya Menunda Pertobatan: Kita sering merasa punya "banyak waktu". Kita dengar khotbah, kita baca ayat Alkitab, tapi kita tunda untuk melakukannya. Yeremia mengingatkan bahwa terus-menerus mengabaikan suara Tuhan akan mengeraskan hati kita, sampai akhirnya kita tidak lagi mampu mendengar.
- Kedaulatan Tuhan atas Waktu: Angka "70 tahun" menunjukkan bahwa Tuhan memegang kendali atas durasi penderitaan dan pemulihan. Tuhan bukan hanya Allah atas masa jaya, tapi juga Allah atas masa sulit. Penderitaan ada batasnya, dan Tuhan memakai waktu tersebut untuk membentuk ulang umat-Nya.
Kesabaran Tuhan adalah kesempatan bagi kita untuk berubah, bukan alasan untuk terus dalam dosa. Hari ini, jika Anda mendengar suara-Nya melalui hati nurani, melalui situasi, atau melalui Firman, jangan keraskan hati. Jangan tunggu sampai "70 tahun" masa sulit datang untuk baru menyadari bahwa suara Tuhan itu benar.
5 Pertanyaan Refleksi (Diskusi Kelompok)
- Kepekaan: Jika Tuhan sudah berbicara kepada Anda tentang satu hal tertentu selama berbulan-bulan (atau bertahun-tahun), apa yang menghalangi Anda untuk segera taat?
- Kesabaran vs Kelalaian: Menurut Anda, apa perbedaan antara menikmati kesabaran Tuhan dengan menyalahgunakan kesabaran-Nya?
- Merespons Suara: Dalam rutinitas sehari-hari, cara apa yang paling efektif bagi Anda untuk "mendengar" suara Tuhan di tengah kebisingan dunia?
- Batas Waktu: Bagaimana kesadaran bahwa hidup dan kesempatan kita ada batasnya mengubah prioritas hidup Anda minggu ini?
- Aplikasi: Apa satu hal yang sudah lama Anda tunda untuk Anda perbaiki di hadapan Tuhan, yang akan Anda mulai lakukan hari ini?
Doa Penutup
Tuhan Yesus, kami bersyukur atas kesabaran-Mu yang begitu besar dalam hidup kami. Ampunilah kami jika selama ini kami sering mengabaikan suara-Mu dan menunda-nunda ketaatan kami. Ya Roh Kudus, lembutkanlah hati kami hari ini. Jangan biarkan kami menjadi tuli terhadap peringatan-Mu. Kami mau belajar menghargai setiap waktu dan kesempatan yang Engkau berikan untuk bertumbuh di dalam-Mu. Di dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.
MENGHITUNG WAKTU, MENDENGAR SUARA