Nats Alkitab Pilihan: Yeremia 16:19 (TB2)
"Ya TUHAN, kekuatanku dan bentengku, tempat pelarianku pada hari kesesakan! Kepada-Mu akan datang bangsa-bangsa dari ujung-ujung bumi..."
Bayangkan Anda adalah Yeremia. Tuhan memberikan instruksi yang sangat berat: ia dilarang menikah, dilarang berpesta, bahkan dilarang melayat (ayat 1-9). Mengapa? Karena Tuhan ingin menjadikan hidup Yeremia sebagai "tanda" bagi bangsa itu bahwa sebuah badai besar akan datang. Hidup Yeremia menjadi sebuah pesan sunyi tentang betapa seriusnya konsekuensi dari menjauhkan diri dari Tuhan.
Secara Topikal, ada tiga hal yang bisa kita pelajari dari bab ini:
- Peringatan sebagai Bentuk Kasih: Terkadang Tuhan mengizinkan situasi yang tidak nyaman atau membatasi keinginan kita bukan karena Dia kejam, tetapi karena Dia ingin melindungi kita dari bahaya yang lebih besar di depan.
- Berhala yang Mengecewakan: Bangsa Israel memilih menyembah berhala yang mereka buat sendiri. Namun, saat "hari kesesakan" tiba, berhala itu terbukti hampa. Di zaman modern, berhala kita mungkin adalah saldo rekening, koneksi politik, atau popularitas. Semuanya akan terasa hampa saat badai hidup yang sesungguhnya menerjang.
- Tuhan sebagai Benteng: Di tengah nubuat yang kelam, Yeremia berseru, "Ya TUHAN, kekuatanku dan bentengku!" Ini adalah pengakuan bahwa ketika segalanya runtuh, Tuhan adalah satu-satunya tempat pelarian yang tidak akan pernah goyah.
Secara Narasi, hidup Yeremia mungkin terlihat menyedihkan bagi orang dunia—ia sendirian dan banyak batasan. Namun, ia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain: kedekatan dengan Sang Pemilik Semesta. Seringkali, kita terlalu sibuk membangun "benteng" kita sendiri dari harta dan reputasi, sampai kita lupa bahwa benteng yang sejati adalah Tuhan itu sendiri. Jangan menunggu badai datang untuk baru mencari tempat pelarian. Jadikan Tuhan bentengmu hari ini, saat hari masih cerah, supaya saat badai tiba, Anda sudah berada di tempat yang aman.
5 Pertanyaan Refleksi (Diskusi Kelompok)
- Evaluasi Diri: Jika hari ini Tuhan meminta Anda melepaskan satu kenyamanan demi ketaatan (seperti Yeremia), hal apa yang paling sulit untuk Anda lepaskan?
- Benteng Palsu: Dalam "hari kesesakan" Anda di masa lalu, apa yang biasanya Anda cari pertama kali untuk merasa aman? Apakah itu berhasil memberikan damai sejati?
- Ketaatan: Mengapa terkadang ketaatan kepada Tuhan membuat kita terlihat "berbeda" atau bahkan "aneh" di mata orang dunia? Bagaimana Anda menghadapinya?
- Harapan: Yeremia menyebut Tuhan sebagai "tempat pelarian". Apa arti praktis dari "lari kepada Tuhan" dalam rutinitas pekerjaan atau masalah keluarga Anda minggu ini?
- Misi: Bangsa-bangsa akan datang kepada Tuhan (ay. 19). Bagaimana hidup kita bisa menjadi "tanda" yang menarik orang lain untuk mengenal Tuhan sebagai benteng mereka?
Doa Penutup
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah benteng dan kekuatan kami. Kami mengaku sering kali kami lebih bersandar pada kekuatan kami sendiri dan harta duniawi kami yang fana. Ampunilah kami, ya Tuhan. Hari ini kami mau belajar taat seperti Yeremia, meskipun itu berarti kami harus terlihat berbeda dari dunia. Jadilah satu-satunya tempat pelarian kami. Saat badai datang, biarlah kami tetap tenang karena kami tahu kami aman di dalam tangan-Mu. Amin.
MENEMUKAN BENTENG DI TENGAH BADAI