KETIKA BOTOL ITU PECAH

Bacaan: Yeremia 19
Nats Alkitab Pilihan: Yeremia 19:11 (TB2)

"Serta katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Demikianlah Aku akan memecahkan bangsa ini dan kota ini, sama seperti orang memecahkan bejana tukang periuk, sehingga tidak dapat diperbaiki lagi..."

Bayangkan Yeremia berdiri di hadapan para pemimpin bangsa di Lembah Ben-Hinom. Di tangannya, ia memegang sebuah buli-buli atau botol yang terbuat dari tanah liat yang sudah dibakar keras. Suasananya tegang. Tiba-tiba, Yeremia membanting botol itu ke tanah. Prang! Botol itu hancur berkeping-keping. Pesannya jelas: Ada titik di mana ketegaran hati manusia membuat pemulihan menjadi sangat sulit.

Secara Topikal, Yeremia 19 mengajarkan kita tentang:

  1. Bahaya Hati yang Mengeras: Berbeda dengan tanah liat yang masih basah di pasal 18, botol di pasal 19 ini sudah keras. Begitu juga dengan hati kita. Jika kita terus-menerus menolak teguran Tuhan dan memilih jalan dosa, hati kita bisa menjadi "keras" dan kehilangan kelenturannya untuk dibentuk.
  2. Konsekuensi dari Pilihan: Tuhan adalah kasih, tetapi Tuhan juga adil. Bangsa Israel memilih untuk menyembah berhala dan mengabaikan Tuhan. Botol yang pecah adalah simbol bahwa setiap pilihan yang menjauh dari Tuhan membawa konsekuensi yang nyata.

Secara Narasi, Yeremia diperintahkan pergi ke lembah yang penuh dengan sejarah kelam (tempat pengorbanan anak) untuk menunjukkan bahwa dosa telah mencapai puncaknya. Seringkali, kita merasa "aman-aman saja" saat melakukan dosa kecil secara terus-menerus. Kita pikir kita masih punya waktu. Namun, perumpamaan botol pecah ini mengingatkan kita untuk tidak meremehkan kesempatan yang Tuhan berikan hari ini.

Kabar baiknya, selama kita masih bisa mendengar suara Tuhan hari ini, itu artinya "botol" hidup kita belum pecah sepenuhnya. Masih ada anugerah untuk berbalik. Jangan tunggu sampai situasi menghancurkanmu. Mari melembutkan hati di hadapan-Nya sekarang juga.

5 Pertanyaan Refleksi (Diskusi Kelompok)
  1. Cek Kondisi: Jika hati Anda diibaratkan tanah liat, apakah saat ini kondisinya sedang "lembut dan basah" (mudah diajar) atau mulai "mengeras" (sering membantah Firman)?
  2. Peringatan: Apa saja "suara pecahan" atau peringatan-peringatan kecil yang Tuhan kirimkan dalam hidup Anda belakangan ini yang mungkin Anda abaikan?
  3. Prioritas: Bangsa Israel mengganti Tuhan dengan berhala. Apa hal dalam hidup modern Anda yang paling berpotensi menggantikan posisi Tuhan sebagai yang utama?
  4. Respon: Mengapa manusia cenderung baru mencari Tuhan setelah keadaan "hancur berkeping-keping"?
  5. Aplikasi: Apa satu hal konkret yang akan Anda lakukan hari ini untuk menjaga hati tetap rendah hati di hadapan Tuhan?
Doa Penutup 

Tuhan Yesus, kami bersujud di hadapan-Mu dengan gentar. Kami mengaku sering kali kami mengeraskan hati dan mengabaikan teguran-Mu. Ampunilah kami, ya Tuhan. Jangan biarkan hidup kami menjadi bejana yang keras dan hancur. Lembutkanlah hati kami kembali oleh kuasa Roh Kudus-Mu. Kami mau berbalik dan taat kepada-Mu sebelum semuanya terlambat. Terima kasih untuk anugerah-Mu yang masih tersedia bagi kami. Amin.


Masuk untuk meninggalkan komentar