Nats Alkitab: "Sungguh, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang sapu nyawa pada ibunya..." (Mazmur 131:2)
Di dunia yang penuh dengan ambisi dan kebisingan, merasa cukup dan tenang adalah hal yang langka. Sering kali kita merasa harus mengerti segalanya, menguasai segalanya, dan mencapai hal-hal besar agar merasa berarti. Namun, Raja Daud dalam Mazmur 131 menunjukkan jalan yang berbeda: jalan kerendahan hati.
Daud memulai dengan sebuah pengakuan: "Tuhan, aku tidak tinggi hati" (ayat 1). Ini bukan berarti Daud tidak memiliki cita-cita, tetapi ia melepaskan kesombongan intelektual dan ambisi yang berlebihan. Ia menyadari ada hal-hal yang "terlalu ajaib" baginya—rahasia-rahasia kedaulatan Allah yang tidak sanggup diselami oleh pikiran manusia yang terbatas. Sebagai orang percaya, kita harus menerima bahwa Allah adalah Allah, dan kita adalah ciptaan-Nya. Kita tidak perlu memahami seluruh rencana-Nya untuk bisa mempercayai-Nya.
Gambaran yang paling menyentuh dalam mazmur ini adalah seorang anak yang telah disapih dan duduk tenang di pangkuan ibunya (ayat 2). Seorang bayi yang belum disapih biasanya menangis karena menginginkan susu—ia mendekat karena ada "maunya". Namun, anak yang sudah disapih mendekat kepada ibunya hanya karena ia ingin berada di dekat ibunya. Ia merasa aman dan puas hanya dengan kehadiran sang ibu.
Demikianlah seharusnya jiwa kita di hadapan Allah. Kita belajar untuk tidak lagi terus-menerus merengek meminta "susu" (berkat-berkat materi atau jawaban instan atas doa), melainkan belajar beristirahat dalam kasih-Nya. Ketenangan sejati ditemukan ketika kita berhenti memaksakan kehendak kita dan mulai bersandar pada kedaulatan-Nya yang sempurna.
Biarlah Israel—dan kita semua—berharap kepada Tuhan, dari sekarang sampai selama-lamanya (ayat 3). Karena di dalam Dia, jiwa kita menemukan rumah yang sesungguhnya.
Renungan Pribadi:
- Apakah saat ini Anda sedang merasa cemas karena mencoba memahami hal-hal yang di luar kendali Anda?
- Bagaimana gambaran "anak yang disapih" mengubah cara Anda memandang hubungan Anda dengan Tuhan hari ini?
Doa:
Ya Bapa Surgawi, ampunilah kami jika sering kali hati kami menjadi tinggi hati dan mata kami memandang dengan sombong. Ajarilah kami untuk mendiamkan jiwa kami di hadapan-Mu. Terima kasih karena dalam kedaulatan-Mu yang agung, Engkau membiarkan kami bersandar di pangkuan-Mu dengan tenang. Kami menaruh pengharapan kami hanya kepada-Mu. Amin.
KETENANGAN DALAM DEKAPAN BAPA