Nats Alkitab: 1 Tesalonika 5:1-5 (TB2)
(1) Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, (2) karena kamu sendiri tahu benar-benar bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. (3) Apabila mereka mengatakan: ”Semuanya damai dan aman,” maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin — mereka pasti tidak akan luput. (4) Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, (5) karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.
Bayangkan sebuah adegan film. Suasana malam, gelap gulita. Penghuni rumah sedang tertidur lelap, merasa pintu sudah dikunci rapat. Mereka merasa aman. Tiba-tiba—brak! Pintu didobrak. Seorang pencuri masuk. Penghuni rumah panik, terkejut setengah mati, dan tidak siap. Itu adalah gambaran dunia ini tanpa Tuhan.
Namun, mari ganti scene-nya.
Bayangkan Anda sedang duduk di ruang tamu yang terang benderang. Lampu menyala, Anda sedang sadar, minum kopi, dan menunggu seseorang. Ketika pintu terbuka, apakah Anda kaget? Tidak. Mengapa? Karena Anda tidak tidur, ruangannya terang, dan Anda memang sedang menunggu Tamu itu datang.
Itulah inti pesan Paulus hari ini untuk kita.
1. Ilusi "Aman dan Damai"
Dunia di luar sana sering berkata, "Ah, hidup santai saja. Semua aman-aman saja kok." Mereka sibuk membangun karir, menumpuk harta, dan berpikir bahwa mereka memegang kendali atas hari esok. Ini adalah ilusi.
Bagi mereka yang tidak mengenal Tuhan, kedatangan Yesus kembali (atau bahkan kematian) akan menjadi seperti "pencuri" atau "sakit bersalin". Datangnya tiba-tiba, menyakitkan, dan tidak bisa dihindari. Itu adalah akhir yang menakutkan bagi cerita mereka.
2. Mengapa Kita Berbeda? (Status Kita)
Tapi, ada plot twist yang indah di ayat 4 dan 5. Paulus berkata: "Tetapi kamu... kamu tidak hidup dalam kegelapan."
Saudaraku, ini poin pentingnya. Kita tidak perlu sibuk menebak-nebak tanggal berapa kiamat terjadi. Kita tidak perlu panik menimbun makanan. Mengapa? Karena Tuhan, dalam anugerah-Nya yang besar, sudah memindahkan kita dari "Klub Kegelapan" ke "Keluarga Terang".
Ini bukan karena kita lebih pintar atau lebih hebat dari orang lain. Ini semata-mata karena Tuhan sudah memilih untuk membuka mata hati kita.
- Anak Malam: Hidup dalam ketidaktahuan, dosa, dan ketakutan.
- Anak Terang: Hidup transparan di hadapan Tuhan, tahu arah tujuan, dan punya kepastian.
3. Hiduplah Seperti Orang yang Sudah Bangun
Jika Anda adalah "Anak Terang", maka gaya hidup Anda pasti berbeda. Orang yang berada di ruangan terang tidak akan berjalan meraba-raba atau menabrak meja. Kita tahu mana yang benar dan mana yang salah. Kita tidak "mabuk" oleh tawaran dunia.
Tuhan memegang kendali sejarah. Dia adalah Sutradara Agung dari alam semesta ini. Karena kita adalah anak-anak-Nya, akhir dari sejarah dunia ini bukanlah film horor bagi kita, melainkan sebuah Happy Ending—pertemuan yang indah dengan Bapa yang kita kasihi.
Jadi, jangan takut akan hari esok. Anda sudah berada di dalam Terang.
Doa Penutup
Mari kita berdoa.
Bapa yang bertahta di Surga, Sang Pemilik waktu dan zaman.
Terima kasih karena Engkau tidak membiarkan kami tertidur dalam kegelapan dunia ini. Terima kasih karena Engkau telah memilih kami dan menjadikan kami Anak-Anak Terang. Sungguh sebuah anugerah yang tidak layak kami terima, namun Engkau berikan dengan cuma-cuma melalui pengorbanan Yesus Kristus.
Tuhan, tolong kami agar tidak terbuai oleh rasa "aman dan damai" yang palsu yang ditawarkan dunia. Jagalah hati kami agar tetap sadar dan waspada. Mampukan kami menjalani hari ini dengan integritas, kejujuran, dan kasih, selayaknya orang-orang yang hidup di siang hari.
Kami tidak takut menghadapi masa depan, karena kami tahu Engkau memegang kendali penuh atas hidup kami. Kami menantikan kedatangan-Mu bukan dengan ketakutan seperti melihat pencuri, tapi dengan kerinduan seperti anak menanti Bapanya pulang.
Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Terang Dunia kami, kami berdoa. Amin.
KEJUTAN YANG TIDAK MENGAGETKAN