Nats Alkitab Pilihan:
Lalu Gideon sampai ke sungai Yordan dan menyeberang, ia dan tiga ratus orang yang bersama-sama dengan dia; walaupun letih, mereka masih mengejar. Berkatalah Gideon kepada orang-orang Sukkot: "Berilah kiranya roti kepada rakyat yang mengikutiku ini, karena mereka letih, dan aku sedang mengejar Zeba dan Salmona, raja-raja Midian itu." Tetapi pemimpin-pemimpin Sukkot berkata: "Apakah tangan Zeba dan Salmona sudah ada di dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan roti kepada tentaramu?" — Hakim-Hakim 8:4-6
Bayangkan kelelahan yang dirasakan oleh Gideon dan 300 tentaranya. Mereka baru saja berperang dengan penuh semangat, tapi perjuangan itu belum usai. Fisik mereka lelah, perut mereka lapar, dan semangat mereka mungkin sudah mulai menurun. Dalam keadaan yang rentan ini, Gideon berharap menemukan belas kasihan dari saudara sebangsanya di kota Sukkot dan Pnuel.
Namun, yang mereka terima bukanlah roti, melainkan ejekan.
Jawaban para pemimpin Sukkot menyakitkan karena sarat keraguan: "Kalau kamu sudah pasti menang, baru kami bantu." Kalimat itu menyiratkan ketidakpercayaan mereka pada panggilan Allah atas hidup Gideon. Mereka hanya mau mendukung jika kemenangan sudah ada di tangan, bukan saat prosesnya sedang berlangsung.
Sering kali, kita mengalami hal yang sama dalam perjalanan iman kita. Ada saat-saat ketika kita merasa lelah dan letih secara rohani, namun justru di saat itu kita menemukan keraguan atau penolakan dari orang-orang terdekat kita. Mungkin mereka mencemooh impianmu, meremehkan panggilanmu, atau bahkan menunggu kamu gagal sebelum mereka mau menolong.
Namun, perhatikan reaksi Gideon. Ia tidak berbalik pulang ke rumah karena sakit hati atau karena ditolak. Ia juga tidak berhenti karena kehabisan makanan. Ia tetap melanjutkan perjalanan.
Dalam keheningan hati kita hari ini, marilah kita belajar satu hal penting: Validasi kita tidak berasal dari dukungan manusia, melainkan dari keyakinan bahwa Allah menyertai perjuangan kita. Orang lain mungkin hanya melihat letihnya tubuhmu, tapi Allah melihat kemenangan yang telah disediakan-Nya di depan.
Jangan biarkan penolakan orang lain membuatmu berhenti di tengah jalan. Teruslah melangkah, meski letih, meski tanpa dukungan roti dari Sukkot, karena Tuhanmu, Tuhan yang menyertai Gideon, adalah Tuhan yang memberikan kemenangan akhir.
Doa:
Bapa di Surga, terima kasih karena Engkau selalu memperhatikan keadaanku. Maafkan aku jika sering kali mencari validasi dari manusia dan kecewa ketika tidak mendapatkannya. Kuatkan hatiku saat aku merasa lelah dan ditolak. Tolong aku untuk tetap fokus pada janji-Mu, bukan pada ejekan dunia. Amin.
Pertanyaan Refleksi untuk Kelompok Sel (Komsel)
Gunakan pertanyaan ini untuk memandu diskusi yang lebih dalam setelah membaca renungan di atas bersama komunitas Anda.
Tema Diskusi: Ketahanan di Tengah Kelelahan dan Penolakan
- Cek Ombak (Relatability): Dalam skala 1-10 (1=sangat segar, 10=sangat terkuras), seberapa lelah Anda merasa minggu ini—baik secara fisik, emosional, maupun rohani? Apa satu hal terbesar yang menyedot energimu saat ini?
- Bedah Nats (Observasi): Ayat 4 berkata Gideon dan pasukannya "lelah, namun mengejar juga." Menurut Anda, apa yang membuat seseorang bisa tetap bergerak maju ("mengejar") padahal kapasitas fisiknya sudah habis ("lelah")? Apa "bahan bakar" cadangan mereka?
- Menghadapi Realita (Interpretasi): Gideon mengalami penolakan menyakitkan dari Sukot dan Penuel saat ia sangat membutuhkan bantuan dasar (roti). Pernahkah Anda mengalami situasi di mana Anda mengharapkan dukungan dari "saudara seiman" atau orang terdekat saat sedang berjuang, namun tidak mendapatkannya? Bagaimana perasaan Anda saat itu?
- Cermin Diri (Aplikasi Ke Dalam): Renungan menyebutkan orang Sukot bersikap "transaksional" (hanya mau mendukung jika sudah pasti menang). Jujur pada diri sendiri, seberapa sering kita mendukung pelayanan atau teman hanya ketika hal itu terlihat sukses atau menguntungkan kita? Bagaimana kita bisa belajar menjadi pendukung yang setia di masa sulit (seperti teman yang memberi roti di saat perang belum usai)?
- Langkah Iman (Aplikasi Ke Luar): Jika hari ini Anda berada di posisi Gideon—lelah dan merasa kurang dukungan—apa satu langkah praktis yang bisa Anda ambil minggu ini untuk tetap "mengejar" panggilan Tuhan, alih-alih berhenti di "Sukot" untuk meratapi kekecewaan?
IMAN TIDAK BERGANTUNG KEPADA KEADAAN