DI BAWAH JEMARI SANG PENJUNAN

Bacaan: Yeremia 18
Nats Alkitab Pilihan: Yeremia 18:6b (TB2)

"Sungguh, seperti tanah liat di tangan penjunan, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!"

Bayangkan Anda sedang berdiri di sebuah bengkel keramik yang sunyi. Di tengah ruangan, seorang penjunan sedang duduk di depan pelarikan yang berputar. Di tangannya ada segumpal tanah liat yang basah. Saat roda itu berputar, jemari sang penjunan mulai menekan, menarik, dan membentuk tanah itu. Namun tiba-tiba, bejana itu rusak di tangannya. Apakah sang penjunan membuangnya? Tidak. Ia mengambil gumpalan itu lagi dan membentuknya kembali menjadi bejana lain, menurut apa yang baik di matanya.

Secara Narasi, hidup kita seringkali terasa seperti tanah liat di atas roda yang berputar cepat. Roda itu adalah "waktu" dan "keadaan". Kadang kita merasa ditekan oleh masalah, ditarik oleh tantangan, atau bahkan merasa "rusak" karena kegagalan dan dosa kita sendiri. Kita merasa hancur dan tidak berguna. Namun, Yeremia 18 membawa kabar baik: Kita berada di tangan Sang Penjunan yang Mahakasih.

Secara Topikal, ada dua pelajaran besar bagi kita hari ini:

  1. Kedaulatan yang Kreatif: Tuhan punya hak penuh atas hidup kita. Dia tahu akan menjadi apa kita nantinya. Jika saat ini hidupmu terasa berat, mungkin Tuhan bukan sedang menghancurkanmu, melainkan sedang membentuk ulang dirimu menjadi sesuatu yang lebih indah dan lebih kuat.
  2. Kelembutan Hati: Tanah liat hanya bisa dibentuk selama ia tetap basah dan lembut. Jika tanah itu menjadi keras, ia tidak bisa dibentuk lagi. Demikian juga hati kita. Selama kita menjaga hati tetap lembut dan mau diajar oleh Tuhan, Dia akan terus berkarya. Masalahnya muncul saat kita menjadi "bebal" dan keras hati (ayat 12), sehingga kita menolak sentuhan jemari Tuhan.

Jangan takut saat roda kehidupan berputar cepat. Jangan menyerah saat Anda merasa sedang "dibentuk ulang". Percayalah pada jemari Sang Penjunan. Dia tidak pernah gagal menciptakan karya seni dari hidup yang hancur, asalkan kita bersedia tetap berada di tangan-Nya.

5 Pertanyaan Refleksi (Diskusi Kelompok)
  1. Self-Check: Dalam area hidup mana Anda saat ini merasa sedang "ditekan" atau "dibentuk" dengan keras oleh Tuhan?
  2. Kedaulatan: Apakah Anda lebih sering protes kepada Sang Penjunan tentang bentuk hidup Anda, atau bersyukur atas proses pembentukan-Nya?
  3. Kelembutan Hati: Hal apa yang biasanya membuat hati Anda menjadi keras dan sulit dibentuk oleh Firman Tuhan?
  4. Kesempatan Kedua: Pernahkah Anda merasa "rusak" atau gagal, lalu Tuhan membentuk ulang hidup Anda menjadi sesuatu yang baru? Ceritakanlah.
  5. Aplikasi: Apa satu langkah nyata yang bisa Anda lakukan minggu ini untuk menjaga hati tetap "lembut" (misal: lebih rajin bersaat teduh, mau menerima teguran, dll)?
Doa Penutup 

Tuhan Yesus, Engkaulah Penjunan kami dan kami adalah tanah liat-Mu. Ampunilah kami jika kami sering memberontak dan menjadi keras hati saat Engkau membentuk kami melalui keadaan. Kami menyerahkan hidup kami sepenuhnya ke dalam tangan-Mu. Bentuklah kami menjadi bejana yang indah, yang layak bagi kemuliaan-Mu. Biarlah kehendak-Mu yang jadi atas hidup kami, bukan kehendak kami sendiri. Amin.


Masuk untuk meninggalkan komentar