Berani Tanya, Tapi Siapkah Anda Mendengar Jawaban-Nya?

Firman Bacaan: YEREMIA 42
Nats Alkitab Pilihan: Yeremia 42:6 (TB2)

"Baik itu baik maupun buruk, kami akan mendengarkan suara TUHAN, Allah kita, kepada siapa kami mengutus engkau, supaya keadaan kami baik, oleh karena kami mendengarkan suara TUHAN, Allah kita."

Bayangkan sisa-sisa bangsa Yehuda yang sedang ketakutan. Mereka baru saja mengalami pembantaian oleh Ismael dan mereka takut raja Babel akan datang menghukum mereka. Di tengah kepanikan, mereka datang kepada Yeremia dan berkata, "Berdoalah buat kami! Apa pun yang Tuhan bilang, mau itu enak atau nggak enak, kami pasti taat!" Janji yang terdengar sangat rohani, bukan?

Secara Narasi, Yeremia menyuruh mereka menunggu. Bukan satu jam, tapi sepuluh hari (ayat 7). Selama sepuluh hari itu, kesungguhan mereka diuji. Akhirnya, jawaban Tuhan datang: "Jangan pergi ke Mesir. Tetaplah tinggal di sini, Aku akan membangun kamu." Tuhan tahu bahwa Mesir terlihat seperti tempat perlindungan yang aman, sementara Yehuda terlihat seperti reruntuhan yang menakutkan. Namun, Tuhan menjanjikan perlindungan-Nya justru di tempat yang mereka takuti.

Secara Topikal, ada dua pelajaran krusial bagi kita hari ini:

  1. Kejujuran dalam Berdoa: Sering kali kita berdoa seolah-olah menyerahkan segalanya kepada Tuhan, padahal di balik itu kita sudah "packing barang" menuju Mesir pilihan kita sendiri. Kita hanya ingin Tuhan berkata "Amin" pada keinginan kita. Doa tanpa kesediaan untuk taat adalah penipuan diri sendiri.
  2. Kelegaan di Tengah Reruntuhan: Tuhan menjanjikan pemulihan bagi mereka yang berani tinggal di tempat yang kelihatannya hancur. Mesir melambangkan kekuatan duniawi yang menjanjikan kenyamanan instan, namun berujung pada kehancuran. Yehuda melambangkan ketaatan yang sulit, namun berujung pada berkat Tuhan.

Saudara, jangan biarkan rasa takut membuat Anda lari ke "Mesir" (solusi duniawi yang jauh dari Tuhan). Dengarkanlah suara Tuhan, bahkan jika jawaban-Nya berbeda dari rencana Anda. Sebab jalan yang Tuhan tunjukkan—meski terlihat sulit—adalah satu-satunya jalan menuju keselamatan sejati.

5 Pertanyaan Refleksi (Diskusi Kelompok)
  1. Introspeksi: Pernahkah Anda berdoa meminta petunjuk Tuhan, namun sebenarnya Anda sudah mengambil keputusan sendiri sebelum berdoa?
  2. Ujian Waktu: Mengapa menurut Anda Tuhan membiarkan mereka menunggu selama sepuluh hari? Apa yang biasanya Anda lakukan saat Tuhan seolah "diam" saat Anda butuh jawaban cepat?
  3. Ketakutan vs Iman: Apa "Mesir" dalam hidup Anda saat ini (tempat atau cara yang ingin Anda tempuh untuk lari dari masalah namun tidak sesuai Firman)?
  4. Komitmen: Mengapa sangat sulit bagi kita untuk tetap taat ketika jawaban Tuhan justru menyuruh kita tinggal di tengah situasi yang sulit?
  5. Aplikasi: Apa satu hal nyata yang Tuhan sedang minta Anda lakukan (atau jangan lakukan) saat ini, yang selama ini Anda coba hindari?
Doa Penutup 

Tuhan Yesus, terima kasih atas teguran-Mu hari ini. Ampunilah kami jika doa-doa kami sering kali hanya formalitas karena kami sudah memiliki rencana sendiri. Berikanlah kami hati yang jujur untuk mencari kehendak-Mu. Mampukan kami untuk tetap percaya pada perlindungan-Mu, bahkan saat Engkau meminta kami tinggal di tempat yang sulit. Biarlah ketaatan kami murni, baik saat jawaban-Mu terasa manis maupun pahit di telinga kami. Amin.




Masuk untuk meninggalkan komentar