Berani Berdiri: Saat Tugasmu Lebih Berat dari Nyalimu!

Diutus ke Tengah "Kalajengking": Menemukan Kekuatan Rohani untuk Menghadapi Penolakan dan Ketegaran Hati (Firman Bacaan: Yehezkiel 2)
Nats Alkitab Pilihan: Yehezkiel 2:6 (TB2)

"Dan engkau, anak manusia, janganlah takut kepada mereka dan janganlah takut kepada kata-katanya, biarpun engkau di tengah-tengah onak dan duri dan engkau duduk di atas kalajengking. Janganlah takut kepada kata-katanya dan janganlah gentar melihat mukanya, sebab mereka adalah kaum pemberontak."

Pernahkah Anda merasa sudah memberikan yang terbaik dalam pelayanan atau pekerjaan, tapi balasannya justru cibiran, penolakan, atau muka masam? Yehezkiel dipanggil untuk menghadapi situasi yang jauh lebih buruk. Tuhan sendiri yang memberi tahu dia bahwa audiensnya adalah "kaum pemberontak" yang keras kepala dan tegar hati. Tuhan menggambarkan lingkungan tugas Yehezkiel seperti hidup di tengah onak, duri, dan kalajengking. Kedengarannya bukan seperti lowongan kerja yang kita idamkan, bukan?

Namun, perhatikan rahasia kekuatannya. Sebelum Yehezkiel melangkah, Tuhan berkata: "Hai anak manusia, berdirilah..." dan saat Tuhan berbicara, Roh masuk ke dalam dirinya dan menegakkannya. Inilah poin penting bagi kita: Tuhan tidak pernah menyuruh kita berdiri dengan kekuatan otot atau mental kita sendiri. Saat Tuhan memanggil, Roh-Nya yang akan memberikan stabilitas pada kaki kita yang gemetar. Pelayanan yang berkuasa tidak lahir dari rasa percaya diri yang tinggi, melainkan dari ketergantungan pada Roh yang menegakkan kita.

Tugas Yehezkiel bukan untuk membuat semua orang bertobat (itu bagian Tuhan), tugasnya hanyalah menyampaikan Firman, baik mereka mau mendengarkan atau tidak. Sering kali kita merasa gagal dalam melayani atau bersaksi hanya karena orang tidak merespons sesuai harapan kita. Tapi di mata Tuhan, keberhasilan bukanlah soal angka atau popularitas, melainkan kesetiaan untuk tetap bersuara di tengah "kalajengking".

Terakhir, Yehezkiel diberikan sebuah gulungan kitab yang penuh dengan ratapan dan keluh kesah, dan ia harus memakannya. Artinya, pesan Tuhan harus mendarah daging dalam diri kita sebelum kita menyampaikannya kepada orang lain. Meskipun pesannya mungkin terasa berat atau pahit bagi dunia, bagi hamba yang taat, Firman itu tetap manis karena berasal dari mulut Tuhan sendiri. Jangan takut pada "muka" manusia; takutlah jika kita berdiri tanpa Roh Tuhan di dalam kita.

5 Pertanyaan Refleksi (Diskusi Kelompok)
  1. Kejujuran: Kapan terakhir kali Anda merasa takut atau gentar menghadapi seseorang atau situasi sulit dalam pelayanan/pekerjaan Anda?
  2. Sumber Kekuatan: Bagaimana cara Anda membedakan antara "berdiri karena kekuatan sendiri" dan "ditegakkan oleh Roh Tuhan"?
  3. Definisi Sukses: Jika keberhasilan pelayanan tidak diukur dari jumlah orang yang setuju, apa yang menjadi ukuran kesuksesan Anda di hadapan Tuhan hari ini?
  4. Menghadapi "Duri": Bagaimana sikap hati Anda saat harus tetap mengasihi dan melayani orang-orang yang terus-menerus menolak atau mengkritik Anda (onak dan kalajengking)?
  5. Aplikasi: Apa satu pesan atau prinsip Firman Tuhan yang sedang Anda "makan" (renungkan dalam-dalam) minggu ini untuk memperkuat karakter Anda?
Doa Penutup 

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak pernah membiarkan kami melangkah sendirian. Kami mengaku sering kali kami takut melihat "muka" manusia dan gentar menghadapi penolakan. Hari ini, kami mohon, biarlah Roh-Mu masuk ke dalam kami dan menegakkan kaki kami. Berikan kami keberanian untuk tetap setia menyampaikan kebenaran, biarpun kami berada di tengah duri dan kalajengking. Biarlah hanya perkenanan-Mu yang menjadi fokus kami. Amin.


Masuk untuk meninggalkan komentar