Nats Alkitab Pilihan: Yeremia 20:9 (TB2)
"Tetapi apabila aku berpikir: 'Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman-Nya lagi,' maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup."
Bayangkan Anda sudah melakukan yang terbaik untuk Tuhan, tetapi balasannya adalah penghinaan. Yeremia baru saja dipukul dan dipasung oleh Pasyhur, seorang imam kepala. Di tengah rasa malu dan sakit fisiknya, Yeremia mengalami krisis iman yang hebat. Ia merasa "tertipu" dan ingin berhenti menjadi nabi. Ia merasa lelah ditertawakan setiap hari karena menyuarakan kebenaran.
Secara Narasi, kita melihat sisi manusiawi Yeremia yang sangat dalam. Ia mengeluh, bahkan mengutuki hari kelahirannya. Namun, tepat di saat ia ingin "pensiun" dan tutup mulut, sesuatu yang luar biasa terjadi. Ada sebuah dorongan ilahi yang tidak bisa ia lawan. Ia mencoba berhenti bicara tentang Tuhan, tapi Firman itu justru membakar dari dalam—seperti api yang terkurung dalam tulang.
Secara Topikal, ada dua pelajaran bagi kita yang merasa jenuh dalam pelayanan atau hidup benar:
- Kejujuran adalah Ibadah: Tuhan tidak meninggalkan Yeremia saat ia mengeluh. Tuhan sanggup menampung air mata dan protes kita. Jangan takut untuk jujur kepada Tuhan saat Anda merasa lelah.
- Kekuatan yang Bukan dari Kita: Keinginan Yeremia untuk berhenti kalah oleh kuasa Firman yang ada di dalam dirinya. Ini membuktikan bahwa saat kita merasa tidak sanggup lagi, kekuatan Tuhanlah yang menjaga kita untuk tetap berdiri.
Mungkin hari ini Anda merasa ingin menyerah. Mungkin Anda merasa ketaatan Anda tidak membuahkan hasil yang manis. Ingatlah, jika Anda milik Tuhan, ada "api" Roh Kudus di dalam Anda yang akan terus memberi kehangatan dan kekuatan. Anda tidak sanggup menahannya, bukan karena Anda hebat, tetapi karena Tuhan terlalu setia untuk membiarkan Anda berhenti di tengah jalan.
5 Pertanyaan Refleksi (Diskusi Kelompok)
- Kejujuran: Kapan terakhir kali Anda merasa sangat lelah dalam mengikut Tuhan atau melayani-Nya? Apa yang Anda katakan kepada Tuhan saat itu?
- Api Firman: Pernahkah Anda merasa tetap didorong untuk berbuat baik atau berkata benar, padahal hati Anda sebenarnya sedang malas atau kecewa?
- Respon terhadap Penolakan: Bagaimana cara Anda menjaga semangat saat niat baik Anda disalahartikan atau bahkan dihina oleh orang lain?
- Keterbatasan: Yeremia mengakui ia "tidak sanggup" menahan api itu. Mengapa menyadari keterbatasan diri sendiri justru membuat kita lebih bergantung pada kekuatan Tuhan?
- Aplikasi: Apa satu janji Tuhan yang bisa menjadi "api" bagi Anda minggu ini untuk tetap maju meski situasi sedang tidak mendukung?
Doa Penutup
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memahami kelelahan kami. Kami mengaku sering kali kami ingin berhenti dan menyerah saat keadaan menjadi sulit. Ampunilah kami jika kami meragukan kesetiaan-Mu. Tuhan, biarlah Firman-Mu menjadi api yang terus menyala di dalam tulang-tulang kami, yang memberikan kekuatan saat kami lemah. Jangan biarkan kami berhenti menyuarakan kasih-Mu. Peganglah tangan kami agar kami tetap setia sampai garis akhir. Amin.
API YANG TAK KUNJUNG PADAM